Kaum Muda Depok Melawan Kekerasan Dalam Festival Gempita

Siaran Pers:

KAUM MUDA DEPOK MERAYAKAN KEBERAGAMAN DAN
MELAWAN KEKERASAN DALAM FESTIVAL GEMPITA

Sebuah gerakan kaum muda untuk melawan kekerasan dan intoleransi telah lahir di Kota Depok. Gerakan ini diberinama GEMPITA (Generasi Muda Pendukung Toleransi dan Anti Kekerasan). Gempita lahir dari kerinduan kaum muda terhadap sikap toleransi dan saling menghormati pada sesama, yang akhir-akhir ini banyak mengalami tantangan di Indonesia. Aksi terorisme, ujaran kebencian, hoax, persekusi, menjadi marak dan mencederai Indonesia sebagai bangsa besar dengan semboya Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu jua . Kaum muda sadar dalam situasi saat ini, memupuk sikap toleransi inilah yang menjadi penyelamat agar rasa persatuan kebangsaan dapat bersemi dan tumbuh kembali, agar Indonesia terus manjadi bangsa besar yang memiliki kekayaan keragaman suku, agama, ras, adat-istiadat dan budaya.

Kiprah program Gempita (Generasi Muda Pendukung Toleransi dan Anti Kekerasan) telah dimulai dari Maret 2018. Dalam kurun waktu 6 bulan serangkaian sosialisasi dan kegiatan di sekolah-sekolah (SMA dan sederajat) telah dilakukan seperti 1) Deklarasi Sekolah Gempita, 2) Coaching Siswa untuk Toleransi dan Anti Kekerasan di SMA/SMK se-Kota Depok, 3) Aneka Lomba dan 4) Workshop Guru Gempita serta 5) Festival Gempita yang sedang berlansung saat ini. Kegiatan ini telah melibatkan 80 guru, 1.365 siswa dari 7 sekolah yaitu 2 sekolah swasta (SCA dan Cakra buana) dan 5 sekolah negeri (SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8, SMAN 10 dan SMAN 13).

Pada Sabtu, 25 Agustus 2018 kaum muda Depok mengelar “Festival Gempita” sebagai perayaan keberagaman dan deklarasi kaum muda untuk melawan intoleransi dan kekerasan di Kota Depok. Festival gempita ini dihadiri kurang lebih 400 siswa dari berbadi sekolah se-Kota Depok. Dalam Festival ini hadir Siti Kholisah (Olis) Wahid Foundation, Nor Hiqmah (Direktur PIRAC, lembaga pengagas lahirnya program Gempita), Bpk Syatary dari Dinas Pendidikan Wilayah Cabang 2 Provinsi Jawa Barat, Bapak Umar ketua MKKS Kota Depok, Kepala Sekolah, Perwakilan guru dan siswa SMA se-Kota Depok dan juga kaum muda dari berbagai komunitas di Kota Depok.

Festival Gempita menampilkan berbagai tari tradisonal seperti tari padang, jaipong, gendang pingang dan pagelaran seni moderen seperti musik, standup comedy dll Ada juga talkshow Membangun toleransi di kalangan kaum muda narasumber Ibu Siti Kholisah dari Wahid Foundation, Ibu Retno dari KPPAI dan Pak Umar dari perwakilan dari dinas. Pada penghujung acara ada orasi budaya dari Sapei yang merupakan motivator pemberdayaan kaum muda. Paska orasi budaya, kaum muda Depok membacakan deklarasi janji Gempita (Generasi Muda Pendukung Toleransi dan Anti Kekerasan) yang berbunyi: “Kami Putra Putri Indonesia bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan dan persekusi. Kami Putra Putri Indonesia berbahasa satu, Bahasa kebenaran, bukan hoax dan ujaran kebencian. Kami Putra Putri Indonesia berbangsa satu, Bangsa yang menghargai keragaman dan anti kekerasan.”

Deklarasi kaum muda Depok untuk mewujudukan kota Depok yang toleran dalam Festival gempita ini merupakan komitmen nyata dari kaum muda Depok untuk mewujudkan toleransi di lingkungan Depok dan dan mendorong sekolah dan lingkungan sekitar sebagai ruang interaksi sosial seluruh komunitas masyarakat dapat memupuk nilai solidaritas, keterbukaan, menerima keindahan perbedaan agar Depok dapat menjadi kota yang toleran, damai dan menghargai nilai-nilai kemanusian yang penuh cinta kasih.

 

Leave A Comment